Tanya Jawab Hukum IslamWajibkah Taat Kepada Pemerintah Yang Berhukum Kepada Selain Allah

Download File Islami
File Islami
Tanya Jawab Terbaru
Kategori Tanya-Jawab
Our Network
Wajibkah Taat Kepada Pemerintah Yang Berhukum Kepada Selain Allah Published on Monday, April 30, 2012 by

Pertanyaan : 

Apakah wajib untuk mematuhi seorang penguasa yang tidak memerintah menurut Kitabullah Azza wa Jalla dan Sunnah dari Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam)?

Jawaban  :

Alhamdulillaah.

Penguasa yang tidak memerintah menurut Kitabullah Azza wa Jalla dan Sunnah Rasulullah nya harus ditaati dan dalam hal-hal yang tidak melibatkan ketidaktaatan terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan tidak wajib untuk memeranginya karena hal tersebut. Bahkan tidak diizinkan untuk melakukannya (pemberontakan, – pent) kecuali ia mencapai tingkat kekufuran, yang dalam hal itu menjadi wajib untuk menentang dia dan ia tidak memiliki hak untuk dipatuhi oleh kaum muslimin.

Berhukum menurut apa-apa selain yang dalam Kitabullah Azza wa Jalla dan sunnah rasulNya mencapai tingkat kekufuran ketika dua kondisi terpenuhi:

1. Ketika dia tahu hukum Allah dan Rasul-Nya; Jika ia (pemimpin, -pent) tidak tahu, maka ia tidak melakukan kekufuran dengan melakukan hal tersebut (berhukum dengan selain hukum Allah, -pent)

2. Ketika apa yang membuat dia memerintah dengan sesuatu yang lain daripada yang Allah telah turunkan adalah keyakinan bahwa aturan dari Allah tersebut tidak cocok untuk waktu kita dan bahwa sesuatu yang lain lebih cocok dari pada itu dan lebih bermanfaat bagi orang-orang.

Jika kedua kondisi ini terpenuhi, maka berhukum kepada sesuatu selain daripada apa yang Allah telah turunkan merupakan kekufuran yang menempatkan seseorang keluar dari Islam, karena Allah berfirman (artinya): “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [QS al-Maa-idah 5: 44]. Kekuasaan penguasa menjadi tidak sah dan ia tidak memiliki hak untuk ditaati oleh rakyat; menjadi wajib untuk melawan dia dan menghapus dia dari kekuasaan.

Tetapi jika dia berhukum selain daripada apa yang Allah telah turunkan sambil percaya bahwa putusan oleh itu (yaitu apa yang telah diturunkan Allah) itulah yang wajib, dan yang lebih cocok untuk orang-orang, tapi menentang hal itu karena dari beberapa syubhat dan syahwat di dalam dirinya atau karena dia ingin menzalimi orang-orang di bawah pemerintahannya, maka dia tidak kafir; Akan tetapi dia adalah faasiq (orang yang jahat) atau zaalim (orang yang tidak adil). Kekuasaannya tetap, dan mematuhi dia dalam hal-hal yang tidak melibatkan ketidaktaatan kepada Allah dan Rasul-Nya wajib dan tidak diijinkan untuk memeranginya atau menghapus dia dari kekuasaan dengan kekerasan atau untuk memberontak terhadap dia, karena Nabi shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang memberontak melawan penguasa kecuali kita melihat terang-terangan kekufuran yang kita memiliki buktinya dari Allah Ta’ala.

Majmoo’ Fataawa Ibn ‘Uthaymeen (2/118)

Diterjemahkan dari www.islam-qa.com, pertanyaan 128453