Download Islamic Files – IT and General Tips

Contoh Makalah Global Warming

Definisi dan Contoh Makalah Global Warming – Prolog

Makalah haruslah menjadi hal yang familiar bagi mahasiswa/i yang sudah memasuki dunia perguruan tinggi. Baik itu jenjang D1, D2. D3, S1, S2 dan jenjang lainnya. Makalah merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang ada, contoh lain karya ilmiah seperti Laporan Tugas Akhir ,Skripsi, Jurnal, dsb. Seperti karya ilmiah yang lain, makalah merupakan hasil pengkajian yang tertulis. Makalah lebih berfokus pada kajian terhadap karya ilmiah lain yang sudah ada, yakni dapat berupa simpulan maupun perbandingan terhadap karya ilmiah lain.

Makalah merupakan sarana untuk memberikan tambahan point bagi mahasiswa/i, selain terutama untuk melatih kemampuan analitik juga merangsang mahasiswa/i untuk dapat melahirkan suatu pemikiran bagi dunia ilmu pengetahuan. Makalah juga tidak hanya ada di dunia perguruan tinggi, dalam suatu pertrmuan seperti seminar, workshop, simposium juga terdapat makalah.

Dalam penyusunan suatu makalah, memiliki metode tertentu. Meskipun demikian, makalah memiliki 3 bagian penting seperti karya ilmiah lain. Yaitu bagian awal (pembuka), isi, dan bagian akhir (penutup).

Unsur Makalah (Global Warming dan Lainnya)

Secara lengkapnya, karya ilmiah memiliki rincian sebagai berikut :

Pertama, bagian pembuka : Berisi hal-hal pelengpa sebelum memasuki bagian isi, contohnya adalah daftar isi, kata pengantar, lembar pengesahan

Kedua, bagian Isi : Berisi pokok suatu karya ilmiah, mencakupi : Pendahuluan,Tinjauan Pustaka atau Teori, Metode Penelitian, Hasil Penelitian

Ketiga , bagian Penutup : Berisi mengenai Simpulan, saran, daftar pustaka, lampiran-lampiran pendukung

Berpikir Ilmiah Dalam Membuat Makalah

Selain itu, dalam proses penyusunannya terdapat suatu cara yang dijadikan acuan dalam pembuatan suatu makalah, yakni Berpikir Ilmiah. Secara umum, proses berpikir ilmiah ini terdiri dari 5 pilar :

1. Identifikasi Masalah (menjabarkan tentang suatu masalah, menemukan suatu masalah yang akan dikaji)

2. Pembatasan Masalah (memberikan ruang lingkup pembahasan masalah, agar berfokus pada hal yang akan dikaji)

3. Penyusunan Hipotesis (proses penyusunan jawaban/dugaan sementara terhadap hal yang dikaji)

4. Pengujian Hipotesis (meliputi pengumpulan data dan fakta sebagai sarana pengujian, untuk melakukan pembuktian terhadap hipotesis sementara)

5. Penarikan Kesimpulan (Hasil akhir dari pengujian hipotesis, merupakan jawabab dari hasil penelitian dan kajian yang telah dilakukan)

Download : Contoh Makalah Global Warming

Supaya menjadi lebih jelas, silakan download contoh makalah Global Warming melalui beberapa link berikut ini:

Download : Klik Pada Link

Download Contoh Makalah 1 – Klik Di Sini (PDF)

Download Contoh Makalah 2 – Klik Di Sini (PDF)

Download Contoh Makalah 3 – Klik Di Sini (PDF)

Download : Contoh Makalah Global Warming

Bagi Anda yang tidak ingin mendownload, dapat juga membaca makalah singkat berikut ini :

Global Warming : Definisi dan Solusi

 

Pernahkah anda mendengar istilah “Global Warming”?

Contoh Makalah Global WarmingIstilah ini sudah tidak asing bagi kebanyakan orang. Di radio, televisi, internet, koran, dan juga majalah seringkali hal ini diulas. Meski terdengar seperti hal umum yang sudah biasa, tapi Global Warming ini bukanlah kejadian yang bisa dikatakan biasa saja. Bagaimana tidak? Sosok Global Warming ini dapat mengancam kehidupan seluruh makhluk hidup di planet bumi kita. Bukan hanya manusia, hewan dan tumbuhan pun terkena dampaknya yang luar biasa. Penasarankah anda,mengapa Global Warming ini memiliki efek dahsyat bagi semua makhlukNya yang menempati planet ke-tiga dalam susunan tata surya? Mari kita ulas sedikit hal mengenai Global Warming, sang efek Rumah Kaca.

Pengertian Global Warming, secara harfiah memiliki arti pemanasan global, yaitu kejadian alam berupa kondisi suhu bumi yang semakin panas. Sebagaimana kita rasakan belakangan ini, iklim bumi menjadi tidak menentu, banjir melanda berbagai belahan bumi, naiknya permukaan air laut, semakin sering terjadinya badai tornado di beberapa negara, ancaman penyakit kanker kulit, dan masih banyak lagi efeknya. Kondisi suhu bumi yang semakin naik suhunya ini tidak berhenti sampai saat ini saja, melainkan terus bertambah seiring dengan kegiatan manusia yang terus berlangsung. Mengapa dikaitkan dengan aktivitas manusia? Banyak diantara kita yang belum mengetahui bahwa hampir masing-masing individu memiliki sumbangsih dalam menaikkan suhu bumi.

Apa kaitan kita dengan Global Warming? Sadarkah anda, bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan yang kita gunakan itu menjadi salah satu faktor semakin memanasnya bumi. Hasil sisa pembakaran BBM ini melepaskan CO2 (karbondioksida) ke udara. Kemudian mari kita coba menghitung jumlah kendaraan di Indonesia. Misalkan 1 keluarga memiliki 1 motor di rumahnya, dimana keluarga terdiri dari 4 orang (minimal), jumlah warga di Indonesia katakan masih 200juta, 200juta : 4 = 50 juta. Sekarang kita mendapatkan angka 50juta unit motor, bila memang 1 keluarga terdiri dari 4 orang. Kemudian kita kurangi saja 10juta, karena masih banyak keluarga yang terdiri > 4orang. Berarti Indonesia telah menyumbang karbondioksida dari 40juta unit kendaraan bermotor setiap harinya. Dan ini baru kendaraan bermotor saja, belum mobil yang penggunaan bahan bakarnya lebih besar. Dan bagaimana jika diakumulasikan dengan kendaran lain di seluruh dunia? Semakin banyaklah CO2 yang manusia hasilkan.

Faktor lain yang disebabkan oleh manusia, selain gas karbondioksida, zat lain yang juga memicu terjadinya global warming adalah gas metan (CH4) , chlorofluorocarbon (CFC), sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO). Gas metan lebih banyak dihasilkan dari kegiatan manusia di bidang pertanian, dimana para petani banyak menggunakan pupuk dalam kegiatannya. Baik itu pupuk alami maupun buatan, seperti pupuk yang berasal dari pembusukan kotoran hewan ternak, maupun pembusukan tumbuhan. Pupuk yang digunakan tidak hanya memiliki sisi positif, membantu manusia untuk menyuburkan tanaman, juga memiliki sisi negatif yaitu melepaskan gas metan ke udara, semakin bertambahlah pemicu bumi ini memanas.

Dan tahukah anda, sampah, benda-benda buangan yang sering diabaikan oleh manusia juga memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan gas metan. Tengoklah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang memiliki gunungan sampah, berton-ton ditambahkan setiap harinya, menghasilkan bau busuk yang menyengat, dan juga melepaskan gas metan yang sifatnya mudah sekali meledak (masih ingatkah dengan kejadian meledaknya TPA Leuwi gajah?).

Kemudian darimanakah zat chlorofluorocarbon (CFC) berasal? Apakah setiap hari anda menggunakan deodorant? Jangan salah lho…deodorant menghasilkan zat CFC  yang sifatnya tertahan di atmosfer bumi hingga 100 tahun lamanya. Mungkin tidak seberapa dampaknya bila hanya digunakan sehari cuma sekali, tapi berapa jumlahnya bila dalam setahun, dikalikan dengan jumlah pengguna se-planet bumi? Woow…jumlahnya bisa mencapai lebih dari milyaran olesan deodorant yang digunakan manusia dalam setahun, dan zat CFC yang dihasilkannya belum akan hilang dari atmosfer kita hingga 100 tahun. Betapa dzalimnya manusia….ternyata kita sendirilah yang menjadi penyebab bumi ini rusak.

Selain itu, zat CFC ini juga dihasilkan dari penggunaan hairspray, pewangi ruangan, kulkas, AC (Air Conditioner), pembasmi serangga, dan aneka alat lainnya yang digunakan oleh manusia. Dan ini digunakan setiap hari oleh manusia.

Efek rumah Kaca (Green House Effect), bagi para petani di Eropa dan Amerika yang memiliki iklim musim dingin, mereka memiliki alternatif untuk melindungi tanaman mereka, yaitu dengan membangun rumah kaca. Kita tahu, bahwa sifat kaca adalah mudah sekali menyerap panas dari luar, dan tidak mudah melepaskan panas yang dimilikinya. Hal ini dimanfaatkan oleh petani di kawasan barat untuk menyerap panas matahari dan membuat tanaman yang ada didalamnya tetap hangat, tidak mati membeku karena musim dingin.

Kaitannya mengapa efek Rumah Kaca ini diistilahkan sebagai global warming adalah seperti pengandaian, dimana atmosfer berperan sebagai rumah kaca yang dapat menyerap panas maupun memantulkan panas matahari. Dan bumi berperan sebagai tanaman-tanaman seperti yang ada di rumah kaca. Pada dasarnya bumi memiliki suhu yang sangat dingin, yakni hanya sekitar -18 derajat Celcius. Tetapi karena adanya atmosfer yang menyerap panas matahari, maka bumi menjadi lebih hangat. Matahari memancarkan cahaya dan panasnya ke bumi, pertama disaring oleh atmosfer sehingga panas yang sampai ke bumi tidak berlebihan, cukup untuk menghangatkan suhu didalamnya, dan sebagian lagi dipantulkan kembali oleh atmosfer. Proses yang dilakukan atmosfer terhadap permukaan bumi inilah memiliki mekanisme yang sama dengan rumah Kaca. Jadi itulah awalnya Global Warming disaudarakembarkan dengan Green House Effect. Untuk itu perlu diluruskan bagi saudara-saudara yang masih berfikir bahwa istilah Efek Rumah Kaca (pemanasan global) ini disebabkan oleh banyaknya gedung-gedung di kota besar yang terbuat dari kaca. Bukan, bukan seperti itu, lebih tepatnya adalah Efek Rumah Kaca merupakan kesamaan mekanisme kerja yang dimiliki rumah kaca,  sehingga diibaratkan dengan korelasi antara atmosfer dengan bumi.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi Efek Rumah Kaca?

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan. Di antaranya :

- Menghemat sumber-sumber energi, seperti alat-alat yang bersumber pada listrik, bila lampu ataupun AC tidak digunakan sebaiknya dimatikan

- Gunakan kendaraan seperlunya, bila hanya menempuh jarak dekat mengapa kita tidak berjalan saja? Selain sehat, pemanasan global pun menjadi berkurang J

- Mari kita mulai bertanam tumbuhan di sekitar rumah, karena tumbuhan sifatnya menyerap karbondioksida sehingga dapat mengurangi kadar karbondioksida yang bertebaran di udara. Terutama tanaman yang baru saja tumbuh, tingkat penyerapan karbondioksidanya lebih banyak daripada tanaman dewasa.

- Jaga kelestarian hutan, bukan hal mengada-ada bila hutan dikatakan sebagai paru-paru dunia. Karena dialah penghasil oksigen terbesar, dan penyerap terbesar karbondioksida.

- Kurangi penggunaan barang-barang plastik, karena bila sudah tidak digunakan kemudian dibuang atau dibakar akan melepaskan zat berbahaya bagi lingkungan dan meningkatkan pencemaran zat berbahaya di udara

- Mulailah gunakan produk-produk yang berbahan ramah lingkungan

Dikatakan “mengurangi”, bukan mengatasi atau menghilangkan, karena seperti itulah kondisinya. Bukan hal mudah mengatasinya, tapi semoga dengan langkah “mengurangi” ini pemanasan global akan sedikit lebih menjadi berkurang.

Definisi dan Contoh Makalah Global Warming – Penutup

Demikian pemaparan mengenai Global Warming, meliputi pengertian, penyebab, dan juga beberapa solusi yang dapat diberikan. Semoga bermanfaat.

Artikel Yang Terkait Lainnya :

 

Tags : makalah global warming, makalah tentang global warming, contoh makalah global warning, contoh makalah ilmiah, contoh makalah global warming Posted on 07-Feb-2012 in Tips Umum (Non-IT)
Download File Islami
RSS Tanya Jawab Islam
Kategori Artikel
Artikel Umum
Our Network
Beli Herbal Nabawi