# Skripsi adalah tugas akhir bagi mahasiswa perguruan tinggi. Pertanyaannya : bagaimana cara menyusun skripsi yang baik? Apa yang harus diperhatikan? Detailnya silakan dibaca di bawah.
Saat ini hampir setiap institusi pendidikan tinggi (baik di dalam negeri maupun luar negeri) memiliki kebijakan untuk memberikan beban studi khusus sebagai syarat seorang mahasiswa telah menyelesaikan studinya, yaitu tugas Akhir. Di Indonesia tugas akhir untuk setiap jenjang memiliki istilah yang berbeda-beda, Skripsi untuk tingkat Strata 1, Tesis untuk tingkat Strata 1 dan Disertasi untuk tingkat Strata 1.
Menyusun skripsi merupakan persyaratan mutlak untuk mendapatkan status sarjana (S1) baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah resmi yang dihasilkan dari proses penelitian untuk membahas suatu permasalahan tertentu. Kewajban membuat Skripsi dilakukan untuk dapat menggambarkan kemampuan akademik mahasiswa dalam memadukan pengetahuan dan ketrampilannya untuk dapat memahami, menganalisa, merancang, mengimplementasikan, mengevaluasi hingga menyusun laporan penelitian dalam bentuk tertulis dan dilakukan secara mandiri sesuai dengan bidang keilmuan yang diambilnya.
Selama proses menyusun skripsi, setiap mahasiswa akan didampingi dan dibimbing oleh dua orang pembimbing yang bertindak sebagai dosen pada perguruan tinggi tersebut. Adapun tugas pembimbing skripsi antara lain memberikan arahan mengenai rumusan penelitian, sistematika materi yang diangkat, menelaah dan memberikan rekomendasi mengenai prosedur harus digunakan, hingga memberikan persetujuan akhir untuk mengikuti sidang skripsi. Setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan penulisan skripsi yang pada umumnya tidak jauh berbeda dengan perguruan tinggi yang lainnya.
Berikut ini adalah prosedur mahasiswa dalam menyusun skripsi, antara lain :

Khususnya bagi mahasiswa yang mengambil bidang ilmu kependidikan dan bidang kesehatan, prosedur penulisan skripsi diatas pada dasarnya hampir sama namun yang membedakan hanyalah jenis penelitiannya yang difokuskan pada eksplorasi rumusan dan pemecahan masalah pada bidang pendidikan dan elemennya seperti sekolah, siswa, guru dan lain sebagainya, begitu pun halnya pada bidang kesehatan yang berfokus pada pemecahan masalah kesehatan dan elemen pendukung lainnya.
Saran terakhir dari kami, bersungguh-sungguhlah dalam mengerjakan skripsi Anda, dan usahakan mendapat nilai A atau minimal B. Skripsi biasanya memiliki bobot SKS yang besar, sehingga nilai skripsi yang Anda dapatkan akan sangat mempengaruhi IPK yang Anda dapatkan di akhir kuliah.
Semoga penjelasan tentang cara menyusun skripsi kali ini dapat membantu Anda dalam penyelesaian skripsi. Selamat mengerjakan dan semoga sukses.
Artikel Yang Terkait :
Untuk membaca artikel terkait, Jangan Klik Di Sini, tapi klik salah satu link berikut :Tags : judul skripsi pendidikan, skripsi pendidikan, contoh proposal skripsi, contoh skripsi pendidikan, judul skripsi Posted on 07-Nov-2011 in Tips Umum (Non-IT)

