Free Gratis Ebook Buku Islami
Download Ebook (+ Video, Audio, dll) Islam Dalam Berbagai Bahasa
Ebook Abu Salma
==> download di sini
Free Gratis Ebook Buku Islami
Download Ebook (+ Video, Audio, dll) Islam Dalam Berbagai Bahasa
Ebook Abu Salma
Note :
1/ dikutip dari abusalma.wordpress.com, muslim.or.id, dan lainnya.
2/ encoding = Unicode (UTF-8)
Jangan berbicara tanpa ‘ilmu / tanpa dalil ::
Apabila pondasi (akar)nya tidak kuat
Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa
Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi
Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil
Para pendakwa yang tidak menopang dakwaannya dengan argumentasi
Maka dia hanyalah para pendakwa belaka
PRINSIP-PRINSIP MENGKAJI AGAMA
Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi
Menuntut ilmu agama tidak cukup bermodal semangat saja. Harus tahu pula rambu-rambu yang telah digariskan syariat. Tujuannya agar tidak bingung menghadapi seruan dari banyak kelompok dakwah. Dan yang paling penting, tidak terjatuh kepada pemahaman yang menyimpang!
Dewasa ini banyak sekali ‘jalan’ yang ditawarkan untuk mempelajari dienul Islam. Masing-masing pihak sudah pasti mengklaim jalannya sebagai yang terbaik dan benar. Melalui berbagai cara mereka berusaha meraih pengikut sebanyak-banyaknya. Lihatlah sekeliling kita. Ada yang menawarkan jalan dengan memenej qalbunya, ada yang mengajak untuk ikut hura-huranya politik, ada yang menyeru umat untuk segera mendirikan Khilafah Islamiyah, ada pula yang berkelana dari daerah satu ke daerah lain mengajak manusia ramai-ramai ke masjid.
Namun lihat pula sekeliling kita. Kondisi umat Islam masih begini-begini saja. Kebodohan dan ketidakberdayaan masih menyelimuti. Bahkan sepertinya makin bertambah parah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesunguhnya sebaik-baik salaf bagimu adalah aku”. [Hadits Shahih, Riwayat Muslim (no. 1450)]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu. [Hadits Shahih, dikeluarkan Oleh Muslim dari Tsauban. Dan hadits semakna diriwayatkan Bukhari & Muslim, muttafaqun 'alaih].
Imam Ibnul Mubarak (wafat 181 H) berkata: Tinggalkanlah hadits Amr bin Tsabit karena ia mencerca para ulama salaf. [ Muqoddimah Shohih Muslim jilid 1 hal. 16]
Al-Imam Al-Auza’i (wafat 198 H) berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” [Asy-Syari'ah, Al-Ajurri hal. 63]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” [Majmu' Fatawa 4/155]. Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar ahlul bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” [Majmu' Fatawa 4/155]
(continue reading…)